7 Cara Rahasia Bungkus Barang Pecah Belah, Dijamin Aman Ya!

0
269
views

Ciptaloka.com – Sistem jual-beli online semakin hari semakin banyak diminati. Hal tersebut bisa dilihat dari data pengguna baru dan pengiriman barang yang setiap bulannya menunjukkan kenaikan. Apalagi di event-event belanja seperti 11.11 atau pun 12.12.

Di sisi lain, dengan banyaknya paket barang yang dikirim, tentu akan membuat armada pengiriman kepenuhan atau bahkan overload. Dengan begitu tidak menutup kemungkinan bilamana akan ada beberapa barang yang rusak selama perjalanan.

Salah dua barang yang rentan adalah barang pecah belah (gelas, parfum, vas bunga) pun barang elektronik (hp, laptop, dll). Makanya khusus pengemasan produk tersebut, haruslah dilakukan dengan sangat baik. Pasalnya jika tidak, bersiaplah konsumen menerima kerusakan ketika barang sampai tujuan.

Tentu selaku penjual, kamu harus bertanggungjawab agar hal itu tidak perlu terjadi ya kan? Maka dari itu, sebagai pelaku bisnis online juga, Ciptaloka akan membagikan tips dan trick dalam mengemas barang, agar tidak pecah dan selamat sampai tujuan. Yuk bacakan~

Rahasia Packing Barang Anti Pecah, Pakai Bubble Wrap, Fragile, dan Kardus

Yuk coba satu per satu, ya~

Sebelum bahas ke cara packing-nya, baiknya kita sedikit ulas dulu tentang 3 benda penting di atas.

Pertama, Bubble Wrap.

Source Image from Liputan6

Teruntuk yang belum tahu, bubble wrap itu benda berbahan lembaran plastik, yang memiliki gelembung berisi udara. Biar lebih jelas begini penampakan bubble wrap:

Bilamana suatu barang dilapisi oleh “bubble” ini, dipercaya akan lebih aman selama perjalanan. Sebab si wrap ini akan mampu menahan guncang dan meminimalisir kerusakan ketika terjadi benturan. Asalkan pelapisan nya aman begitu, ya kan?

Kedua, Stiker Fragile.

Source Image from https://m.media-amazon.com/

Stiker ini identik dengan warna merah menyala, ditambah icon gelas/benda mudah pecah. Dalam Bahasa Indonesia Fragile memiliki arti rapuh atau dengan kata lain mudah rusak.

Alhasil setiap barang yang ditempeli sticker Fragile, haruslah bisa dijaga dengan baik. Minimal tidak rusak saja isinya ketika dipindah-pindahkan dari satu tempat ke tempat lain.

Ketiga, Kardus.

Source Image from https://images.tokopedia.ne

Adalah kemasan yang umumnya berbentuk bangun ruang kotak. Terbuat dari bahan kraft yang tebal dengan warna nan bisa dikatakan beragam.

Kardus yang paling umum, berbentuk kotak persegi, berwarna coklat muda, dan memiliki ukuran 21 cm x 25 cm x 37 cm. Seperti ini:

Baiklah karena kamu sudah tahu tentang bahan atau barang yang dibutuhkan, sekarang kita bisa lanjut untuk membahas tentang : cara bungkus barang mudah pecah

1. Siapkan Barang yang Hendak Kamu Kirim

Source Image from https://www.bringme.com/

Yuk langsung. Langkah pertama kamu langsung siapkan barang yang mau kamu kirim. Cek terlebih dahulu ukuran barang tersebut dan re-cek kemasan luarnya. Pastikan tidak ada yang retak, bocor, atau pun menguap (semisal parfum).

Setelahnya lakukan seleksi, dengan membagi ke dalam 3 kategori. Khusus barang pecah belah, barang elektronik, dan barang cair. Sebab ketiganya harus di-packing dengan sangat baik dan rapi, agar anti pecah.

2. Lapisi Barang dengan Bubble Wrap

Source Image from https://www.airseacontainers.com/

Lakukan pelapisan sesuai dengan bahan yang tersedia. Artinya jika hanya sedikit memiliki bubble wrap, maka cukup 1 lapisan saja. Namun bila memiliki lebih, boleh bilamana menggunakan 2-3 kali lapisan bubble wrap. Sebab semakin tebal keselamatan akan terjamin begitu.

Oh iyah bubble wrap sebaiknya hanya diberikan kepada barang-barang dengan 3 kategori di atas tadi, ya?

3. Atur Barang Ketika di Dalam Dus

Source Image from https://airspeed.ph/

Persiapkan barang kamu dengan baik, taruh ke dalam dus secara rapi, presisi, usahakan berdekatan tapi tetap terjarak oleh lapisan bubble wrap. Dengan begitu, kendati ada guncangan posisi barang tetap aman.

Usahakan jangan ada celah kosong. Pun bila ada, bisa ditutup dengan kertas koran atau plastik begitu. Agar bagian dalam tetap stabil.

4. Beri Lakban dan Tempel Bubble Wrap

Setelah semua barang masuk ke dalam kardus dan aman, barulah saatnya lakukan pelakbanan. Jika  sudah rapat, langsung berikan lagi satu atau dua lapis bubble wrap pada kardus.

Source Image from apartmenttherapy.info

Yap Bubble Wrap lagi agar membuatnya lebih aman baik dari dalam dan dari luar, ya kan?

5. Tempelkan Sticker Fragile

Source Image from https://getvan.com.sg/

Barulah step terakhir tempelkan sticker fragile di bagian luarnya. Sebagai penguat bukti, kalau ini barang mudah pecah, jadi tolong dijaga baik-baik, begitu kiranya.

6. Pakai Packing Kayu (opsional)

Source Image from https://www.static-src.com/wcsstore/Indraprastha

Terakhir dikatakan opsional karena biasanya cara packing kayu hanya disediakan oleh beberapa kurir saja. Ditambah service ini pun dikenakan biaya tambahan loh.

Kendati demikian, menambah packing kayu pada paket kamu dapat meningkatkan keamanan pula loh. Artinya barang bisa lebih aman ketika diterima, ya kan?

7. Pilih Layanan Kurir yang Pas

Source Image https://1021sunrise.com/

Ada kalanya ketika barang banyak dan berat, biasanya dimasukkan ke dalam layanan kargo. Otomatis paket kamu akan dikirim dengan armada pengiriman yang besar, dengan estimasi yang lumayan lama begitu.

Soal keamanan pun biasanya yang cargo agak kurang, karena memang barang jadinya berdesakan dengan kelas-kelas begitu. Jadi baiknya pakai layanan reguler saja, selama selisi biaya-nya sedikit, kan?

Well itulah rahasia packing barang anti pecah. Step di atas bisa juga loh berguna sebagai cara packing barang besar pun cara bungkus kotak dengan bubble wrap.

Oh iyah karena kamu sudah tahu tantang rahasianya, jadi kami sangat persilakan untuk mempraktikan langsung ke packingan barang dagangan kamu. Semoga aman selalu~

BACA JUGA:

1. Perhatikan! Ini 3 Cara Alternatif Membungkus Kado Boneka

2. Inilah Jawaban dari 9 Pertanyaan tentang Ciptaloka di Google

3. Catat! Inilah 21 Jenis Sablon Kaos Paling Lengkap dan Unik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here