Kenali Perbedaan Lengkap Tentang Bahan Kain Polyester, TC, Viscose, CVC, dan Hyget

Perhatikan...

7
25434
views
by Ciptaloka Creative Team

Ciptaloka.com – Setelah sebelumnya Citpaloka membahan tentang perbedaan bahan-bahan Cotton, sekarang kamu wajib tahu juga tentang: MULAI MENDESAIN KAOS SATUAN SENDIRI!

Perbedaan Lengkap Bahan Kain Polyester, TC, Viscose, CVC, dan Hyget Ini

Perhatikan…

– Polyester Felt (PE)

Foti Kain Polyester via differencebetween.com
Foti Kain Polyester via differencebetween.com

Deretan pertama, ada sebuah bahan yang bisa kamu kenali melalui tekstur-nya yang kasar, susah kusut, dan sulit menyerap keringat. Biasanya bahan bernama Polyester Felt (PE) ini lumrah digunakan untuk keperluan kaos secara masal.

SITUS DESAIN KAOS ONLINE GRATIS

Kamu bisa mengetahui secara nyata bahan kain polyester dengan mengecek Kaos Partai, Kaos Pemilu, dan Kaos Promosi. Kegiatan tersebut umumnya menggunakan bahan itu karena lebih murah dan awet ketika dipakainya.

“Kenapa bisa awet dipakai min?”

Karena sebenernya, kain Polyester adalah hasil campuran antara Polythylene Terephthalate (zat pada plastik) dan Ester (serat Fiberpoly dari minyak bumi).

Keduanya menghasilkan bahan kain yang tipis, kasar, namun awet. Rahasia keawetan bahan ini terletak dari bahan dasarnya itu tadi, yakni (zat plastik dan minyak bumi).

Kendati demikian, bahan polyester sangat laris di pasaran karena harga yang ditawarkan cukup murah bila dibandingkan dengan Cotton Combed. Selain itu, Polyester sendiri memiliki keunggulan yang lain.

“Apa hebatnya Polyester ini min?”

Ia mampu lho, bertahan lama meski dicuci dengan mesin dan zat pembersih, kemudian Ia juga cocok dipakai di dataran tinggi sebab mampu menghangatkan tubuh serta menahan udara dingin. Terlebih Polyester pun bisa tahan dari serangan kuman dan bakteri.

Mengingat kelebihan itu, tak jarang, Polyester pun dapat difungsikan menjadi bantal, guling, atau juga seprai dan selimut.

Kenali Perbedaan Lengkap Tentang Bahan Kain Polyester, TC, Viscose, CVC, dan HygetSayangnya, bagi Anda yang memiliki kulit sensitif, patutlah berhati-berhati dalam memakai baju berbahan Polyester. Bisa-bisa iritasi lho kalau tidak cocok.

– Teteron Cotton (TC)

by Ciptaloka Creative Team
by Ciptaloka Creative Team

Berikutnya, kita akan membahas bahan bernama Teteron Cotton yang terbuat dari kombinasi alami dan sintetis. Ia pun sering disingkat sebagai bahan TC.

Ternyata oh ternyata, Teteron merupakan bahan Polyester yang dulu diinovasikan di Jepang sekitar setengah abad lalu. Istilah Teteron sendiri berasal dari kontes panjang yang dilakukan oleh Toyo Rayon guna menemukan nama yang tepat untuk produk polyester-nya tersebut.

Sementara istilah Cotton adalah bahan alami yang berasal dari pohon kapas.

Alhasil Teteron Cotton ini sering dikenal sebagai bahan kawin-silang antara Polyester dan Cotton. Umumnya racikan komposisi untuk membuat bahan TC ialah 65% (cotton) dan 35% (polyester).

“Komposisinya harus segitu min? Gak kurang?

Hmm, tergantung sih, kadang juga ada yang 75% dan 25%. Asalkan cotton lebih dominan dari TC. Yang penting secara kegunaan, bahan Teteron Cotton umum digunakan sebagai bahan kaos polos atau kaos sablon.

Terus, melalui kemajuan teknologi, Teteron pun bertransformasi dari yang dulunya identik dengan bahan yang gerah, menjadi bahan yang cukup adem dan nyaman dipakai. Akan tetapi, bila di bawah sinar matahari TC akan terasa sangat panas.

– Viscose

Foto via theliningcompany.co.uk
Foto kain Viscose via theliningcompany.co.uk

Berikutnya adalah bahan kain Viscose yang merupakan hasil pengembangan dari Rayon. Untuk Rayon sendiri merupakan singkatan dari (Sun=Ray, On=Cotton) yang bila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia berarti Cahaya dan Katun. Makna tersebut didapat karena Rayon disinyalir memiliki karakter fiber yang mirip sekali dengan katun.

“Jadi, hubungannya sama Viscose apa min?”

Okay, kembali ke Viscose, ternyata bahan kain yang satu ini selain inovasi dari Rayon, Ia juga berasal dari celulosa pulp (pemisahan serat) kayu. Viscose pun mengalami sejarahnya yang panjang sebelum banyak ditemukan di penjual kain seperti sekarang.

Istilah Viscose berawal dari sebuah metode bernama Viscose Process yang dilakukan oleh Cahrles Cross, Edward Beevan, dan Calyton Beadle di tahun 1984. Kala itu mereka yang merupakan ahli kimia membuat sebuah eksprimen gun membuat artificial silk (sutra sintetis).

Di tahun 1905, barulah perusahaan asal United Kingdom (U.K) bernama Curtfaulds Fibres mulai melakukan produksi masal terhadap Artificial Silk.

Mereka kemudian membuat satuan khusus semacam grup perusahaan yang diberi nama American Viscose Corp. sewaktu 1910. Dari situlah istilah Viscose Rayon pun mulai dikenal luas.

Secara fisik, Viscose memiliki tekstur yang lembut, halus, dan adem di kulit. Ya, kalau dibandingin sih hampir-hampir kayak kapas gitu deh.

Bahan ini pun banyak digunakan untuk membuat, kemeja, dress, hijab, kaos, underwear, bahkan piama. PESAN KAOS DESAN SATUAN KAMU SEKARANG

Tercatat pula bahwa Viscose memiliki beberapa kelebihan, diantaranya; Ia mampu menyerap keringat dengan cepat. Jadi cocok digunakan di daerah beriklim seperti di Indonesia.

Dia pun merupakan bahan yang tidak kaku, jadi mudah untuk dibentuk menjadi pakaian apapun. Yang terpenting Ia memiliki harga yang murah dengan kualitas yang WAH.

– Bahan CVC

Foto via difference between.com
Foto kain CVC via difference between.com

Sebenarnya bahan CVC ini merupakan kawin-silang antara Cotton dan Viscose. Secara komposisi, bisa saja 65:35 atau 55:45 bergantung pada produsen bahannya.

Di negara luar, CVC memiliki artian lain. Ia sering disebut sebagai Chief Value Cotton atau cotton/polyester blended.

Hasil dari kombinasi apik Cotton dan Viscose menghasilkan sebuah produk kain yang terbukti awet. Pasalnya struktur kapas yang mudah menyurusut, dapat ditopang oleh polyester dengan baik.

CVC pun terbilang nyaman sekali untuk dipakai dalam pembuatan seragam kantoran, polisi, pns, sekolah, pun kemeja.

– Hyget

Sama seperti bahan-bahan sebelumnya, Hyget pun termasuk ke dalam bahan sintetis. Ia dikenal sebagai kombinasi antara Cotton dan Polyester.

Perbedaan Hyget dengan kombinasi katun lainnya terletak pada segi ketebalan yang kurang. Dengan kualitas yang demikian, Hyget pun hanya dibidik oleh para produsen yang mengejar segmentasi pasar menengah ke bawah.

Soal harga, Hyget ditawarkan dengan variatif bergantung pada jenisnya. Beberapa jenis Hyget yang umum ditemukan ialah;

Hyget Tipis yang memiliki harga paling murah dan cocok digunakan untuk produk kaos masal sekali pakai. Hyget Biasa berada pada urutan kedua termurah dari Hyget Tipis. Ia biasa cocok digunakan untuk produk masal juga.

Foto via fitinline.com
Foto Kain Hyget via fitinline.com

Sementara ada yang namanya Hyget Super yang menawarkan harga menengah dengan bahan yang lebih tebal dari 2 Hyget sebelumnya. Tapi Ia tetap tidak menyerap keringat dan membuat gerah. Ia pun banyak digunakan sebagai kaos event kampus, pakaian muslim wanita, dan hijab.

Ada juga Hyget Balon yang biasa diguanakn sebagai bahan jilbab karena memiliki tekstur lembut dan dingin dibandingkan dengan 3 hyget di atas.

Hyget ini pun cukup elastis ketika dipakai. Harganya berada di kisaran menegah.

Terakhir ada Hyget Serena yang menambahkan campuran nilon pada cotton dan polyester-nya. Alhasil Ia pun memiliki daya serap kuat, elastis, dan padat.

Tak heran bila beberapa pakaian olahraga memakai bahan Hyget jenis ini, semisal; kaos bola, volly, pun basket.

Well, itulah Perbedaan Lengkap Tentang Bahan Kain Polyester, TC, Viscose, CVC, dan Hyget. Sebab kamu sudah tahu, jangan sampai tertipu, ya?

Langsung pesan kaos satuan sendiri di SINI

YANG KAMU LUPAKAN: 

1. Mengenal Jenis-Jenis Tinta yang Membedakan Hasil Sablon DTG dan Manual

2. Intip Yuk 15 Fakta Singkat dan Lengkap Tentang Kaos Gildan

3. Sudah Tahu 7 Perbedaan antara Sablon DTG vs Sablon Manual Ini?

4. True Story! Kamu Gak akan Percaya Bahwa Ternyata Mesin Sablon DTG Ini yang Bisa Bikin Baju Kamu Warna-Warni

7 COMMENTS

  1. Ini sih pengetahuan banget walau saya pernah bekerja di pabrik tekstil tapi nggak begitu ngerti juga soal jenis-jenis kain karena dulu bukan di bagian produksi. trims infonya.

    • IMO,bisa dikatakan demikian, hanya saja yang membedakan bisa dari harga, tekstur, dan kenyamanan saat dipakai. Terlebih lagi, kebanyakan inti bahan yang dimaksud itu kebanyakan berasal dari sisntetis (non-katun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here