Contoh Hard Selling dan Soft Selling Paling Mudah. Mau Coba?

0
126
views

Ciptaloka.com – Dalam dunia marketing, terdapat dua metode promosi penjualan yang bisa dikatakan sebagai basic atau ilmu dasar. Namanya adalah Teknik hard selling dan soft selling.

Kendati dibilang sebagai ilmu dasar dalam berjualan, nyatanya masih banyak orang loh yang belum tahu, maupun belum paham. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan banyaknya para pengguna internet, yang menncari kata kuci nan berkaitan, seperti: soft selling contoh, iklan hard selling, serta hard selling dan soft selling pdf.

Mengingat hal tersebut, Ciptaloka pun akan membantu guna lebih mengenal dan minimal tahu tentang dua metode penjualan di atas. Untuk itu, kamu bisa cek di bawah ini:

Contoh Promosi Hard Selling dan Soft Selling.

Ayo langsung paktekkan.

Sebelum menuju contoh, mari kita samakan pemikiran dengan menetahui definisi dari hard selling dan soft selling secara sederhana. Agar lebih mudah, begini:

Hard Selling artinya menjual secara hard (bisa diartikan sebagai penjualan langsung) produk kepada para konsumen. Gamabarannya adalah para penjual di pasar, sales door to door, penjual di mall, dan sejenisnya.

Sementara Soft Selling adalah menjual produk secara soft (lembut, seolah tidak sedang berjualan) begitu. Umumnya dapat kamu temukan lewat penjual olshop di socmed, endorsement artis, iklan copywriting, cerita artis dengan sebuah produk, promosi bersponsor, dan juga yang mirip-mirip begitu.

Nah, sekarang masuk ke contonhnya:

Promosi Produk Berupa Aplikasi Penjualan versi Hard Selling

Jurus Jualan Anti Sepi ala Aplikasi Shipy!

Asli! Tools jualan keren ini akan membantu mengelola toko kamu jadi lebih easy dan mendatangkan orderan tanpa henti.

Lewat aplikasi Shipy nanti, kamu akan dipermudah dalam hal mencari kata kunci untuk produk yang kamu jual, membalas pesan pembeli, melakukan promosi, membuat produk duplikasi, merekomendasikan bid iklan yang presisi, memberikan saran harga untuk berkompetisi, dan masih banyak “I” lain yang menanti.

Jadi, serahkan semua masalah itu pada Shipy, sementara kamu bisa fokuskan pikiran guna menyusun strategi juga mengembangkan bisnis di kemudian hari.

Giamana? Apa masih ada alasan lain agar kamu gak beli? Baiklah kami sangat mengerti. Mari cek testimoni dari mereka yang sudah pernah beli:

 

So setelah kamu ketahui, boleh nih coba gratis selama 7 hari, kalo sudah kerasa sendiri baiknya kamu langsung aja beli. Jangan biarkan saingan kamu mendahului.

Berdasarkan pada contoh kalimat di atas, teknik penjualan versi hard selling sangat mudah sekali terbaca. Mulai dari cara langsung mengenalkan nama produk, kelebihan produk, cara kerja produk, dan promosi langsung berupa penggunaan produk secara gratis.

Iklan Soft Selling Aplikasi Shipy

Eh iya, perihal testimoni pengguna di atas, itu bukan soal testimoni biasa. Sebab Ia punya ceritanya sendiri loh. Mau tahu? Lanjut bawah sini:

Jadi basic dia itu sebenarnya hanya Ibu Rumah Tangga pada umumnya, yang hanya tahu diberi nafkah dan mengatur pengeluaran setiap bulannya. Sayang kondisi tersebut merubah ketika pandemic menyerang.

Suaminya dulu hanya bekerja di restoran F&B biasa sebagai pelayan, dengan gaji pas-pasan. Berhubung pandemi makan dine-in dibatasi, alhasil dia pun tersisih dengan pelayan senior dan terpaksa harus di rumahkan.

Kondisi itulah yang membuat Klien itu memutar otak, dan memutuskan berjualan online dengan pengalaman sebagai konsumen online nan hampir rajin belanja setiap bulannya. Ia kira jualan tersebut cukup mudah dan mampu mendulang rupiah. Sayang, harapan tidak selalu sesuai kenyataan.

Ia tahu cara membuat toko di shopee, mengupload produk, dan membuat promosi 4 jam sekali. Tapi Ia tidak tahu tentang membuat kata kunci, mengikuti program gratis ongkir shopee, menentukan barang jualan yang trendy, dan membuat iklan berbayar di Shopee.

Jadi 2 minggu toko dengan banyak produk itu sepi sekali orderan. Lantas Ia pun tak menyerah, terus belajar dan mencari di internet sampai akhirnya bertemu dengan tools Shipy.

Mulanya Ia coba yang gratis, selama 7 hari dengan Ia diberikan pengarahan akan aplikasi tersebut. Ia pun menyadari tokonya banyak kekurangan dan perlahan berbenah. Karena waktu 7 hari belum cukup, lanjutlah Ia menggunakan paket basic yang hanya Rp. 86,00 untuk 1 bulan.

Setelah nya orderan datang di minggu pertama pemakaian paket basic. Ibarat keran air yang dibuka, menjelang paket basic berakhir total pesanan yang masuk sudah 10-an lebih. Merasa ada perkembangan ditingkatkanlah paket ke Premium seharga Rp. 356,000 untuk 4 bulan dan bonus 2 bulan. Jadi totalnya 6 bulan. Dan hasilnya?

Sesuai yang Ia tulis pada testimoni. Hampir setiap pagi orderan terus brudul. Selain keuntungan yang didapat, Ia pun memiliki ilmu baru yang tidak segan Ia bagi ke ibu-ibu yang lain.

Alhasil banyak temannya yang join jadi komunitas Shipy, mendaftar paket Shipy, dan rutin join kelas belajar bisnis online pula. Satu per satu dari mereka mulai merasakan dampak yang dahsyat dari alat ini.

Nah, setelah kisah tersebut, kiranya kamu mau menjadi bagian dari mereka? Kalau iya, yuk langsung coba yang basic. Kalo belum, coba GRATIS segera di link ini ya: https://Shipy

Berbanding terbalik sekali bukan antara hard selling dan soft selling? Sebab metode soft, memulai nya dengan sebuah cerita pendek berisikan: pengenalan, kemunculan masalah, solusi, dan aksi (untuk segera membeli).

Dengan demikian, proses iklan atau promosi lewat metode soft selling hampir tidak kelihatan sekali. Ya gak sih?

And then, contoh kalimat promosi di atas pun bisa sekalian mememberikan gambaran tentang cara soft selling di instagram, facebook, atau pun tiktok. Siap kamu coba?

BACA JUGA:

1. Kisah Dropshipper Senior di Ciptaloka.com: 3 Tahun Berjualan dan Selalu Berusaha “Memajukan

2. Belum Setahun Bergabung, Dropshipper Ini Malah Sudah Merasakan Banyak Untung!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here