Seberapa Canggih Teknologi di Asian Games Indonesia?

1
891
views

Ciptaloka.com – Menyandang gelar sebagai tuan rumah, tentu membuat Indonesia harus benar-benar menunjukkan upaya terbaik dalam menyambut atau pun menyelenggarakan pertandingan bagi para tamu.

Salah satu langkah yang diambil untuk mencapai hal tersebut ialah mengoptimalkan peranan teknologi. Kenapa harus teknologi?

Sederhananya dengan kemajuan ilmu modern, untuk masalah pembukaan event, pertandingan olahraga, penyambutan, pun keamanan tamu, sampai dengan penutupan event bisa terlayani dengan jauh lebih baik lagi.

Nah, kamu pasti kepo ‘kan? Ada teknologi apa aja sih di Asian Games 2018 ini?

Simak ulasan Ciptaloka yang mengutip dari sumber terpercaya. Berikut artieklnya:

Seberapa Canggih Teknologi di Asian Games Indonesia? Ini Daftarnya!

Keren-keren lho!

Teknologi Pencahayaan di Stadion Utama Gelora Bung Karno

Ilustrasi Gambar dari www.riaunews.com

Seperti diketahui SUGBK merupakan venue utama yang akan dijadikan pembukaan sekaligus penutupan event Asian Games.

Masalah pencahayaan tentu sangat penting, apalagi bila tempat itu akan dipakai ketika waktu malam hari. Maka, renovasi teknologi pencahayaan di Stadion GBK pun terus ditingkatkan.

Alhasil lampu LED pun diterapkan di sana dengan masing-masing lampu memakan daya 1.500 watt dan kecerahan 3.500 lumen.

Kendati watt dan lumennya besar, tapi lampu LED di stadion terbilang mampu menghemat sampai dengan 50% energi.

Hal itu diesbabkan karena sebanyak 1.293 unit panel surya telah dipasang di atap stadion, dan ditaksir mampu menghasilkan daya sekitar 450 watt.

Anggaran dana untuk proyek teknologi pencahayaan di SUGBK ini mencapai harga Rp. 770 Milyar.

Teknologi Mata Elang di Venue Bulu Tangkis

Ilustrasi Gambar dari quoracdn.net

Jika dalam sepakbola, sudah dikenal yang namanya kamera Video Asisten Wasit atau VAR, maka dalam bulu tangkis ada teknologi sejenis bernama kamera Hawk Eye (dalam bahasa indonesia berarti Mata Elang).

Fungsi dari kamera Mata Elang dalam bulu tangkis ialah membantu para pengadil lapangan atau pinggir lapangan dalam melaksanakan tugasnya.

Diharapkan dengan teknologi kamera itu penglihatan shuttlecock dari setiap sudut terlihat, dan pertandingan pun jadi lebih fair.

Oh iyah, kamera itu pun didukung dengan software keren buatan Swiss Score. Jadi, hasil pertandingan yang adil bisa terpantau dengan maksimal.

Sistem Teknologi E-Ticketing

Ilustrasi Gambar dari tribunnews.com

Setiap kamu ingin menonton pertandingan Asian Games, tentu haruslah memiliki tiket/karcis sebagai alat untuk bisa masuk ke bangku penonton.

Supaya mendapatkan tiket, kalau dulu tentu kamu harus mengantre lama, dan rela berpanas-panas ria.

Beruntungnya, sekarang kita ada di tahun 2018, di mana masalah antrean tiket tidak perlu menjadi masalah.

Di Asian Games 2018 sekarang sudah ada yang namanya Sistem Teknologi E-Ticketing.

Bentuknya itu berupa e-voucher yang dilengkapi juga dengan QR Code (Quick Response Code). Kalau sudah punya E-ticket, tinggal nanti kamu tukar ke panitia jadi berupa tiket thermal atau juga tiket gelang.

Hal yang harus kamu persiapkan saat membeli e-ticket adalah kartu identas, email, dan nomor hp.

Jangan lupa satu identitas hanya dapat digunakan untuk membeli 4 lembar tiket saja ya?

Melalui sistem teknologi e-ticketing ini, INASGOC selaku penyelenggara berharap agar pemalsuan tiket bisa dihindari, tidak lupa juga dengan para calo tiket yang gemar menaikkan harga semena-mena.

CCTV dengan Face Recognition

Ilustrasi Gambar dari mashable.com

Keamanan selama berlangsungnya event Asian Games 2018 menjadi salah satu masalah yang amat penting.

Untuk itu, sebanyak 250 kamera berjenis Closed Circuit Television (CCTV) dipasang di dalam stadion, venue, maupun di area luar stadion.

Pemantauan akan dilakukan selama 24 jam penuh. Supaya lebih maksimal, kamera-kamera tadi langsung terhubung dengan sistem pengenal wajah serta database BNPT dan Densus 88 untuk meminimalisir aksi terorisme.

Selain itu, kualitas gambarnya pun sangat cerah yakni bisa sampai dengan 7000 pixels.

Teknologi Jaringan 5G di SUGBK

Ilustrasi Gambar dari akamaized.net

Untuk menambah kenyamanan para pengunjung ketika menggunakan internet, jaringan 5G dari Telkomsel pun turut disediakan di 175 titik yang tersebar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jalak Harupat, dan Jakabaring Palembang.

Teknologi 5G ini diklaim merupakan yang pertama di negara kita.

Dalam kesempatan ini Telkomsel selaku official mobile partner ingin menguji kemampuan 5G dan respons masyarakat Indonesia.

Total kecepatan akses internet 5G sendiri bisa mencapai 16 Gbps yang artinya berkali-kali lebih cepat dari 4G, lho.

Teknologi Bus Tanpa Pengemudi di Kawasan GBK

Ilustrasi Gambar dari Uzone.id

Selain uji coba jaringan 5G, ada juga percobaan teknologi lain yaitu berupa mini bus yang memiliki dua muka, dan bisa menampung 15 orang.

Uniknya mini bus itu tidak membutuhkan supir lho, alias melaju hanya dengan bantuan Artificial Intelligence (kecerdasan buatan)

Mini bus ini pun merupakan pabrikan Navya, perusahaan otomotif asal Prancis.

Teknologi kendaraan tanpa supir itu pun dilengkapi dengan Light and Ranging Detection semacam sensor pendeteksi dari jarak jauh.

Teknologi Keamanan Ketat dari BSSN

Ilustrasi Gambar dari viva.co.id

Mengingat banyak andilnya teknologi dalam pagelaran Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang sekarang, maka sistem keamanan di ranah Siber pun terus ditingkatkan.

Ada sebanyak 30 tenaga ahli yang siap memantau setiap pergerakan para cyber crime. Target pertahanan serangan ialah sistem ticketing, akreditasi jurnalis, dan penilaian pertandingan.

Antisipasi dini pun dilakukan dengan cara melakukan back up sistem manakala serangan terjadi.

Teknologi Pengalihan Cuaca

Ilustrasi Gambar dari okezone.com

Mesin berupa teknologi modifikasi cuaca dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi siap diturunakan untuk mendukung penyelengaraan Asian Games di Palembang.

Hal tersebut sesuai instruksi panitia INASGOC dan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla yang menghimbau bahaya kebakaran lahan saat Asian Games berjalan.

Dengan begitu, langkah pencegahan dilakukan dengan mesin modifikasi cuaca lewat cara menyemai garam pada awan yang berpotensi menurunkan hujan.

Jadi lahan bisa terlebih dahulu basah pada saat musim kemarau.

Itulah Daftar Teknologi Canggih, yang Siap Mendukung Asian Games di Indonesia. Bagaimana menurut kamu, keren-keren gak teknologinya nih?

BACA JUGA:

1. Fakta Menarik tentang 6 Teknologi Canggih yang Membantu Piala Dunia 2018

2. Mengenal Flashdisk Kartu, Alat Canggih untuk Menyimpan Data Sekaligus Promosi?

3. Deretan 14 Fakta Penting dan Menarik tentang Asian Games 2018

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here