Sudah Tahu 7 Perbedaan antara Sablon DTG vs Sablon Manual Ini?

Simak semuanya ya!

6
7828
views
Sudah Tahu 7 Perbedaan antara Sablon DTG vs Sablon Manual Ini?

Ciptaloka.com – Berhubung kemarin-kemarin sudah dijelaskan tentang Sejarah Kaos, kali ini Ciptaloka kembali dengan membawa bahasan terbaru.

Bahas apa nih min?

Hmm, enaknya kita sekarang bahas hal yang tidak kalah penting dari kaos, yakni sablonannya.

Kenapa harus sablon min?

Karena tanpa sablon, kaos yang kamu pakai menjadi kurang indah, kurang variatif, dan kurang hidup. Kebayangkan setiap hari kamu pakai kaos polos? Kebayang juga kan gimana jenuhnya buat kamu dan orang yang melihatnya?

That’s why, Admin sekarang mau bahas seputar sablon dengan cara membandingkan antara Sablon DTG vs Sablon Manual. Pasti kamu juga belum tahu kan apa perbedaan dari keduanya? Makanya, langsung baca-baca nih;

Kamu Harus Tahu, Inilah 7 Perbedaan antara Sablon DTG vs Sablon Manual

Simak semuanya ya!

0. Pengantar; Timeline Sejarah Tentang Sablon

DTGNah, karena kamu sekarang sudah tahu sejarah singkat dari sablon manual vs sablon DTG, maka sekarang kita akan coba bandingkan keduanya, untuk tahu siapa yang lebih unggul.

Supaya lebih mudah dimengerti, Ciptaloka mengemasnya menjadi 7 poin penilaian. Diantaranya;

1. Cara Kerja Sablon

DTGVSSABLONCARAKERJA

– Sablon DTG: Sebagai gambaran sederhana, DTG (Direct to Garment) adalah sebuah mesin printer besar yang bekerja langsung mencetak gambar pada media garmen (kain). Jenis printer yang digunakan pun berupa inkjet yang dikombinasikan dengan tinta khusus tekstil.

(Bikin kaos desain kamu sendiri di sini!)

– Sablon manual: Sementara sablon manual merupakan teknik sablon yang dikerjakan oleh seorang yang memiliki skill menyablon dengan memanfaatkan peralatan khusus, seperti; Screen (untuk mencetak gambar) Rakel, Meja Sablon, Meja dan Lampu Afdruk, Papan Kaos, dan Noken.

Dari perbandingan pertama inilah, DTG dinilai lebih unggul karena merupakan mesin yang praktis, dan mudah dikerjakan. Jadi, skor awalnya 1 poin untuk sablon DTG dan 0 untuk sablon manual.

2. Warna Sablon

DTGVSSABLONWARNA YANG DIHASILKAN
cek desain kaos lainnya di Ciptaloka.com

– Sablon DTG: Memiliki kemampuan yang andal dalam mencetak warna sablon. Ia pun mampu menghasilkan warna yang gradient atau gradasi. Dikutip dari heatpressguide.com, dikatakan bahwa sablon DTG mampu menawarkan hasil sablon yang penuh warna dan mendetail.

– Sablon Manual: Di sisi lain, sablon yang dikerjakan secara manual menggunakan screen, umumnya memiliki kekurangan perihal warna. Selain harus bereksperimen untuk menghasilkan warna yang sesuai, Ia pun masih kurang untuk menghasilkan sablon yang mendetil dan full color.

So, untuk masalah warna sablon, DTG kembali unggul 1 poin dari sablon manual. Skor perbandingannya jadi 2-0.

3. Kualitas Sablon

DTGVSSABLONKUALITASYANGDIHASILKAN
cek desain kaos lainnya di Ciptaloka.com

– Sablon DTG: Sebenarnya, DTG memiliki kualitas sablon yang sangat baik. Tapi, diperlukan juga tinta yang baik sebagai pendukungnya. Sablon DTG bisa menghasilkan desain persis, dan sesuai gambar. Namun, dari segi keawetan desain pada baju, diperlukan alat pendukung seperti tinta yang mahal dan terbaik itu tadi.

(Mulai desain kaos sendiri di mari)

– Sabon Manual: Berbeda halnya dengan sablon manual, bila desainnya sederhana, Ia mampu lho menghasilkan kualitas sablon yang baik. Terlebih, perihal tinta pun harganya masih bisa memakai yang umum. Soal ketahanan desain pun tidak perlu diragukan lagi.

Situs heatpressguide.com pun memberikan ulasan bahwa sablon manual dapat memberikan kualitas sablon yang maksimal. Akan tetapi, perlu diingat bahwa hal itu pun bergantung pada kualitas orang yang mengerjakannya. Sebab diperlukan pengetahuan dan skill yang mumpuni untuk menghasilkan sablon yang baik.

Maka dari itu, sablon manual lebih unggul sedikit di sini. Skor pun menjadi berubah, yakni; DTG 2 Sablon Manual 1.

4. Kuantitas sablon

DTGVSSABLONKUANTITASYANGDIHASILKAN
cek desain kaos lainnya di Ciptaloka.com

Sablon DTG: Berhubung DTG ini menggunakan mesin, tentunya ada kapasitas tertentu bila harus mencetak jumlah banyak dalam satu waktu. Terlebih, bila dipaksakan, ditakutkan hasil cetak jadi kurang maksimal dan menimbulkan kerusakan pada mesin.

Sablon manual: Dikutip dari printsome.com, dikatakan bahwa sablon manual itu “relative inexpensive for bulk order.” Jadi, untuk pembuatan partai besar sampai ribuan, sablon manual lebih unggul dalam menghasilkan cetakan sablon yang maksimal dan ekonomis.

Jelas, untuk masalah kuantitas sablon, sablon manual unggul dengan total skor sementara berimbang yakni; Sablon DTG 2 Sablon Manual 2.

5. Variasi Sablon

DTGVSSABLONVARIASISABLON

Sablon DTG: Dalam hal ini, sablon DTG bisa saja menghasilkan sablon yang variatif, misal saja; sablon timbul. Namun, kualitasnya agak kurang maksimal. Apalagi bila mengerjakan secara masal.

Sablon Manual: Lain cerita dengan sablon manual, Ia unggul dalam hal membuat sablon timbul, rubber, pigment, dan variasi lainnya. Hanya saja, diperlukan skill yang mumpuni dari para pekerjanya, karena memang susah untuk mewujudkan sablon yang penuh variasi.

Dengan demikian, sablon manual berbalik unggul dibandingkan dengan sablon DTG. Kali ini skornya; 3-2.

6. Kecepatan Sablon

DTGVSSABLONKECEPATANSABLON

– Sablon DTG: Perihal kecepatan, kali ini sablon DTG lebih diunggulkan bila dibandingkan dengan sablon manual. Contohnya, untuk mesin sablon DTG seharga 25 Jutaan, Ia masih bisa memproduksi 70 cetakan sablon A3 per hari dalam kurun waktu sekitar 10 jam. Widih gercep juga nih barang, ya?

– Sablon manual: Nah, soal kecepatan, sablon manual bergantung pada luas tempat produksi yang dipakai untuk menyablon, banyaknya sumber daya, dan cuaca yang mendukung. Bila semua tidak terpenuhi, mustahil untuk mencapai cetakan 50 pcs per hari pun.

Makannya, soal kecepatan sablon, siapa yang menang? Ya betul, Sablon DTG kembali mengimbangi skor jadi; 3 buat DTG dan 3 buat sablon manual.

7. Eksklusifitas Sablon

DTGVSSABLONEKSLUSIFITASSABLON

– Sablon DTG: Maksud eksklusif di sini, berdasarkan pada banyaknya pembuatan baju sablon itu sendiri. Sebab DTG dapat membuat baju sablon satuan, tanpa ada masalah mau desain nya seperti apapun. Maka, kamu bisa memiliki sisi eksklusifitas baju sablon yang kamu miliki. Karen cuma kamu satu-satunya saja yang punya.

– Sablon manual: Sementara sablon manual, umumnya memiliki minimal pemesanan sablon. Paling sedikit, biasanya dipatok satu lusin (12 pcs). Tentu segitu pun harganya masih mahal. Apalagi kalau bikin satuan, bukan?

Oleh karenannya, dari sinilah sablon DTG berbalik unggul bila dibandingkan dengan sablon manual. Skor pun berubah menjadi; 4 (DTG) – 3 (Sablon Manual).

Demikianlah hasil perbandingan antara Sablon DTG vs Sablon Manual. Dari situ, kalian sudah tahu bukan mana yang lebih unggul? So, jika kalian ingin mencoba membuat baju dengan sablon DTG, klik link INI aja ya!

6 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here